love

Sabtu, 12 Maret 2016

bertahan untukmu 300116

Aku sebenarnya lelah. Sangat. Tapi entah apa yang selalu menopangku untuk bertahan! cinta? mungkin benar. Entah sesakit apapun luka yang ku derita karena mu, tancapan pisau dan goresan luka hatikarena ulahmu aku masih dan selalu berusaha untuk bertahan.
Aku lelah berpura pura tegar, sungguh.
Aku bukan wanita yang setegar itu untukmu, sungguh, bahkan kau mengerti seberapa lemahnya aku. Bagaimana air mataku selalu mengalir deras walau hanya karena masalah sepele bersamamu.
Kau tau kan?
Mungkin dihadapan mereka (selain kamu) aku adalah sosok yang takkan menangis hanya karena masalah sekuku. Tapi tidak denganmu, aku tak bisa menahan tetesan airmataku, takkan mampu menopang tubuhku, aku lemah jika di depanmu.
Kau melukaiku, apa kau mengerti? Sakit sungguh😞 saat aku harus berjuang sendiri melawan rinduku dalam terpasan dinding pengabaianmu. Aku tak sekuat itu.
Kau perlu tahu, mungkin jika aku sama dengan wanita wanita itu kau takkan melihatku di hidupmu sekarang, aku akan pergi jauh saat kau melukaiku. Tapi aku takkan seperti itu, aku bertahan untukmu. Aku berjanji.
Tolong, hargai usahaku, setidaknya kau tak perlu membuat hal sepeleh menjadi sepuluh sayang.
Tolong, dengarkan aku, hargai kata maaf dariku. Menurutmu berkata maaf itu mudah?
Menurutmu aku tak membanting harga diriku untuk seucap kata maaf?
Menurutmu wanita apa yang berusaha mengejar penerimaan maaf darimu?
Menurutmu seberapa besar rasa cinta yang dimilikinya?
Kau ingin mencoba menjadi aku? Kau akan tau seberapa besar usahaku untuk tegar. Aku lelah bersembunyi, aku lelah menangis, kau taukan seberapa sering aku menangis?
Aku merindukanmu, merindukan dirimu, orang yang menangis untukku, orang yang berusaha tak membuatku terluka.
Kamu berbeda :’)
Apa kau menyadari satu hal : kau sering menyakitiku. Mungkin aku masih bisa mengerti saat kau sibuk dengan urusanmu, saat kau tak bisa meluangkan waktumu, tapi suatu saat kamu harus mencoba mengerti saat waktunya tiba untukku merasa lelah bertahan.
Malam ini luka ini menganga begitu hebatnya. Mungkin jika bisa digambarkan langsung hatiku sudah tak berbentuk, tercabik cabik penuh darah. Kau tau bagaimana aku merindukanmu malam ini? Dan kau tau bagaimana terlukanya aku malam ini? Apakah salah aku merindukanmu? Apakah salah jika mataku haus akan senyummu? Aku hanya ingin melihat senyummu. Bahkan aku takkan bisa menyentuhmu. Kamu tau seberapa lama aku menunggu hari ini? Menunggumu muncul di layar handphoneku? Dan ternyata apa yang ku dapat? Pengacuhanmu :’) mungkin jika aku bukan wanita yang benar benar mencintaimu, aku takkan segan untuk membiarkanmu pergi dari hidupku.
Tapi kamu harus tau! Aku takkan pernah bisa melepasmu :’) ada begitu banyak cinta, ada begitu banyak hal yang membunuh rasa sakitku.Bisakah kau berubah untukku?
Aku tak memintamu menjadi orang lain. Aku tak memintamu untuk menghentikan semua hobby dan aktifitasmu, aku takkan melakukan itu.
Aku takkan membuatmu berpura pura bahagia di depanku.
Aku ingin bahagiamu sempurna! Aku bahagia bersamamu, aku bersyukur punya kamu.
Tapi apakah kau bisa membuat bahagiaku bersih dari luka? Aku sudah pernah cukup terluka sebelumnya :’) aku tak mau terus terus terluka.
Aku lelah berjuang sendirian, aku tau kau takkan membiarkanku berjuang sendiri.
Kau mencintaiku bukan? Kau menyayangiku kan? Seperti yang sering kau katakan, kau mencintaiku kau menyayangiku kau mengasihiku sepenuh hatimu. Aku percaya itu.Kau pernah berjanji untuk tak membuatku terluka, kau pernah berkata untuk menjadikanku wanita terakhir dalam hidupmu. Izinkan aku untuk mengabulkan itu, izinkan aku benar benar menjadi wanita terakhir untukmu.
Jangan pernah membuatku pergi.
Aku mohon pegang erat hatiku, aku merasa kau melepasnya perlahan :’( jangan, jangan lakukan ini :’) bertahanlah bersamaku. Buat aku tegar bersamamu, jangan buat aku memiliki alasan untuk pergi darimu. Aku butuh kamu.
Tuhan sedang menguji kita? Aku harap iya. Aku ingin buktikan kalau kita mampu bertahan dalam ujianNya. Bantu aku, bantu aku untuk terus melangkah.
Kau adalah seorang yang lebih dari apapun aku cintai. Bahkan air mataku rela terus menitik hanya untukmu.
Boleh aku sedikit berkisah? Seandainya bantalku mampu bersuara, mungkin dia akan sering protes. Tiap hari harus basah karena air mata. Seandainya tembok mampu memberikan kesaksian, mungkin dia akan berterus terang bagaimana doaku mengalir tiap malam.
Seandainya telinga dan hatimu bisa bekerja lebih ekstra, maka kau akan mendengar dan merasakan darahku mengalir dengan menyebut namamu :’)
apa aku berlebihan? Tapi itu yang benar benar ku rasa.
Cukup, aku lelah berpura pura kuat. Maaf, aku takkan pernah bisa pergi darimu :’) aku begitu mencintaimu. Mengertilah, sesakit apapun cinta ini membawaku, aku akan terus mengikutinya, aku berjanji akan bertahan untukmu. Aku percaya kau mencintaiku, seperti aku mencintaimu.
Maaf aku mengoceh terlalu panjang, aku sudah tak bisa berkata kata lewat lisanku. Satu satunya cara hanya lewat tulisanku :’) kamu jangan marah yah :’) aku Cuma ingin melegakan hatiku. Setidaknya aku lega saat mengeluarkan ini semua, aku bisa tersenyum, padahal saat aku memulai tulisan ini aku menangis hebat :’)
Aku mencintaimu dengan setulus hatiku, maaf jika sebagai wanita yang kau cintai aku masih banyak kekurangan. Sesungguhnya aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia, aku sangat berusaha mencoba. Tapi kadangkala aku tak tau bagaimana untuk membuatmu bahagia.
Setelah membaca ini, apakah kau masih mau mencintaiku? :’)
Berharap ini hanya cobaan Tuhan untuk kita :’) mau kah kau berjuang bersamaku?
Aku mencintaimu, Triyana Ginanjar😍
Aku merindukanmu, sudi kah kau untuk memelukku dalam doamu? :’)
Aku tak menuntutmu :’) aku tak mau mengekangmu, bahagialah dengan sempurna. Jika kau tak dapatkan itu dariku, katakan apa maumu, aku takkan menahanmu. Jika kau lebih bahagia tanpa aku:’) aku akan mencoba berbahagia bersama bayanganmu:’) setidaknya bayanganmu tetaplah dirimu dalam asaku :’)Aku bersyukur memilikimu :’)
Jika Tuhan mengizinkan aku untuk bersamamu sepanjang waktu aku akan bahagiakanmu.
Dan aku berharap Tuhan masih mengizinkanku untuk bersamamu💋❤

Selasa, 07 Juli 2015

cerita aku

Waktu SMP aku mulai pacaran, tapi ya cuma pacaran begitu begitu saja, belum terpikir untuk menikah atau jenjang serius yang lain. Sampai ketika aku diterima masuk diSMAN yang aku mau, dan ketika itu MOPD dimulai, aku bertemu dgn org yg cakep sih engga baik juga engga yg ada galak, suka nyirik lagi��, Dia yang pertama mengenaliku, kami satu gugus. Walaupun kita sering bertatap muka, tapi kebencian itu semakin ada dan menjadi jadi.
Dan sampai akhirnya, pengumuman pembagian kelaspun diumumkan, dan astagfirulloh kelas X aku harus sekelas dengan Dia��
dan tidak terasa tahun demi tahun kita sekelas dan rasanya aku dan Dia selalu bertengkar tidak pernah akur ibaratkan Anjing dan Kucing wkwk ��
akhirnya tahun demi tahun berlalu, tepatnya hari ultah aku yang ke 18 disanalah moment dimana aku dan Dia akrab layaknya bukan sebagai musuh, hari itu aku bahagia sekali. kebetulan pas hari itu Dia pun ultah, nah jailnya teman2 pun nyuruh kita tukar kado, yaalloh ini seperti mimpi bisa berjambat tangan, senyum dengan Dia yang terpenting makeawish supaya dia ga benci lagi ke aku. hhee♥
beberapa bulan berlalu, ketika kita akan memasuki masa masa detik2 UjianNasional aku masih berpikir menyimpan rasa tidak suka padanya, padahal itu salah rasa itu seketika jadi berubah, takut dia jadi benci atau apalah sama aku, ketakutan apapun mulai muncul��.
Dulu, Jika dia bertanya padaku, aku akan menjawab dengan singkat. Apapun aku lakukan asal tidak dekat-dekat dengannya.
Tapi apa mau dikata, kami satu jurusan, sering sekelompok belajar bersama. Ah biar saja, begitu pikirku. Selama dia tidak menggangguku, aku cuek saja dengan kehadirannya, aku tidak terlalu peduli.
Singkat cerita...
saat itu, aku berniat ingin memiliki pria cerdas, ingin menikah dengan pria yang tinggi, suka memasak, mandiri dan sebagainya. Bisa dikatakan si pria ini mendekati tipe suami idamanku. tapi,, tuhan berkata lain, aku harus mencintai seseorang yg sangat aku benci dan dia benci padaku.
lalu akhirnya aku berpikir dan melakukan berbagai cara agar aku bisa dekat dengannya. Akhirnya kami dekat, sering ngobrol bareng, dia juga sering mengajakku ketemu dirumah teman kita.
Tapi ya.. hanya begitu saja. Dia tidak pernah peka, merespon perasaan aku��. Mungkin benar ya, orang yang jatuh cinta logikanya padam. Aku terus saja berharap dan menunggu agar si Dia itu dibukakan pintu hatinya dan menjadikan aku pasangannya. Seperti impianku selama ini.
Tahun demi tahun berlalu hingga hari kelulusanku tiba. Tidak juga aku mendapat sinyal dari Dia "lakilaki yang aku benci ini". Aku seperti digantung, tapi juga tidak rela melepaskannya. Tidak banyak pria yang semenarik dan hampir sempurna seperti dia.

Pernah nih seseorang bertanya,
"Kamu nggak capek nungguin Dia terus? Keburu tua tau," Pertanyaan itu memang menyebalkan dan lancang, tetapi seolah jadi palu yang menghantam pikiranku.
Ternyata tidak selamanya apa yang aku impikan, bisa terwujud.
Mungkin saat itu aku benar-benar bodoh (kata orang, jatuh cinta itu harus bodoh, kalau belum bodoh, belum jatuh cinta namanya). Entah apa yang aku pikirkan hingga terus saja mengejar si Dia yang aku anggap sempurna itu. Padahal kalau dirasa-rasa, aku capek juga menunggu dia.
Akhirnya aku memasrahkan diri, jika dia jodohku, aku percaya akan didekatkan, jika tidak, aku harap Tuhan memberi sedikit sinyal agar aku bisa melepaskannya.

Pelapasan Kelas XII pun tiba, kita semua pergi ke Pangandaran, dari mulai sebus, ke kamar hotel, nengokin, nanyain aku lalui dengan Dia, tawa canda dengan dia hhehe yapi ya meskipun cuek juga gpplah yang penting dia ada perhatiannyalah hheehe

Beberapa bulan dari kita sesudah perpisahan.
aku Galau oleh seseorang, Ajaibnya, hanya Dia yang banyak menemaniku, Bbman, menghiburku, meskipun dia cuek.
Doaku semasa aku diSMA dulu. Aku anggap itu sebagai bentuk perhatian teman dekat saja dengan Dia, karena selama bertahun2 berdekat dekat kita tidak pernah akur ��

dan suatu saat aku penasaran dengan Dia dan aku lebih mencintainya lagi��
kesini kesini aku cerita ke sodaraku, dan aku curhat kenapa bisa mencintai orang yang tadinya kita benci hhehe
sodaraku akhirnya menghubunginya di Bbm, dia berbicara panjang lebar dulu sebelum memulai ke hal yang aku tujukan.
sodaraku berkata: yang intinya Dia cuek saat itu, sodaraku menanyakan hal akupun dia cuek. malahan bilang Dia sampai ngeDeleteContack sodara aku Hahaaha��

Itulah ceritaku, maaf kalau sangat panjang, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca Vemale.
Saranku hanya satu, jika saat ini Anda masih galau karena urusan jodoh, buka mata dan hati Anda. Coba lihat di sekitar Anda, kadang kita tidak melihat perhatian kecil yang diberikan seseorang. Kadang jodoh kita bukanlah orang yang kita anggap ideal atau sempurna, karena cinta sejati akan saling menyempurnakan.

Jumat, 09 Mei 2014

tak ada lagi

Meski kini tak akan ada lagi sapa-sapa di beranda kita.
Ku harap kau disana tetap terjaga bahagia.
tak akan ada lagi duka-duka yang menyelimuti tawa, atau pun luka-luka yang menyayat dijiwa.

Kini aku memang bukan pemilik senyummu lagi.
Namun ku harap senyummu akan tetap menghiasi bumi ini.
hingga langit tak lagi kelabu. Atau mendung dan menghadir gerimis kehilangan.
Yah !

Aku disini hanya mampu berdoa.
Dengan harap yang tak ternoda akan rasa kecewa.
Semoga Tuhan tetap hadirkan pelangi indah. Tuk sekedar menemani hatimu yang gundah.
Jangan ingat kecewamu. Sebab kau berhak menggenggam bahagiamu.

Senin, 03 Maret 2014

PRIA DI 2013KU :* #11

Utk kau pria disetiap hariku.
Dulu, bkn lg skrg.
Apa kabarmu? Pasti baik-baik saja, aku tau itu.
priaku, tau tidak? Akhir2 ini aku memikirkanmu lg. Teringat lg aku dgn hal2 manis dan bodoh yg sering kita lkukan dulu. Walau kini hnya mnjdi knangan.
Priaku, mngingatmu membuat aku smkin mrindu. Trkdang mnyiksa, hingga aku tak dpt mlupaknmu.
Indah skali aku mengenang masa2 kita dulu, bgaimna kau mmanggilku dgn pnggilan syg ‘ALA’mu. Senyumu, cramu mngingatknku ibadah Trlalu mnis bahkan.. Benar2 tak ada habisnya.
Maka dari itu, bbrapa minggu yg lalu, sudah kuputuskan takan mlupaknmu. Krna mlupaknmu itu mustahil. Biar km mnjdi jangkar pendewasaan.
hei, kau masih suka cuekkan? Juga dingin? Masih suka
benda atau hal yg kalem2 Hahaha…tau benar aku favoritmu.
Lantas tadi, diperjalanan mengarah pulang, aku teringat kata2mu 2013lalu.
Klimat yg kau ucap dlm, penuh makna, sambil menatapku percaya, menggenggam tnganku.
“ya, aku mencintaimu. kamu satu, dan itu serius bukan yg ke-2 ke-3 tapi trakhir .” Itu katamu saat 2013lalu.
Mndengar kau brkata sprti itu, aku sempat ga prcya, heran krnanya. Kau hnya trsnyum misterius dan aku salah tingkah sendiri. Saat itu aku yakin, kau segalanya.
Tp syg, stlah itu hnya karna adiku. Kau hilang ditelan malam. Hahaha…janji cpat skali brganti ya?
Hei?
Entah sdah brapa bnyak cewe yg kau gombali, juga sudah brpa kali kau brganti hati. Smentra aku masih sndiri pasca kau pergi.
Tp, aku ingin kau selalu bahagia disna, bgaimn pun itu.
Oiya, aku punya sedikit pesan. Utk yg kini jdi pndmpingmu, Jaga baik2 pria 2013ku ya. Jka dia kspian sllu hbur dia, krna dia pling suka hal2 mnarik yg tak prnh dia lkuin hehehe, dan jka dia lagi BT jgn sesekali nanya sma dia krna dia psti gakan ngejwbnya. Lalu jgn lupa jika ingin memberi dia sesuatu kasih warna yg berbau gelap atau kalem, pastinya merah Jka memory card km brisi lagu2 aneh isilah lagu kesukaannya SLANK hehe.
Anyway pria 2013ku, sudah dulu yaa. Trlalu pnjang rasanya tulisanku. Maaf juga klo kau menganggap tulisanku trlalu sentimentil. Awalnya tak ada niat utk brpanjang2 crita. Maksudnya cuma ingin mengucap tiga kata.. HEHE

AJARI AKU TUHAN

Tuhan..
ajari aku utk membencinya, mungkin hanya dgn membencinya aku dapat melupakannya _-
bukankah dia sering membuatku menangis?
bukankah dia sering membuatku terluka?
Tuhan..
aku tak mau cinta seperti ini, bukan cinta seperti ini yg aku mau.
jgn beri aku rasa cinta lagi
jgn biarkan aku jatuh hati lagi
Tuhan.. ampuni aku,
Dulu.. Duluuuuuuu sekali.. aku pernah minta cinta kepadamu, aku ingin memiliki cinta sejati, yg mencintai dan dicintai,-
setelah cinta ini kurasakan, ternyata cinta menyakitkanku, cinta ini melemahkanku
dia bukan lagi matahari dan bintang utkku.
Tuhan..
kau yg memberikan aku cinta padanya, aku kembalikan cinta ini padamu.
Tuhan..
aku mau cinta yg menguatkanku, bukan cinta yg melemahkanku
aku mau cinta yg selalu menyapaku, bukan cinta yg mendiamkanku
aku mau cinta yg selalu menemaniku, bukan cinta yg membiarkanku
tuhan..
jika aku tak mampu melupakannya, ajari aku utk membencinya, kemudian memaafkannya dan kemudian semua berlalu seperti biasa.
tapi..jika aku tak juga dapat melakukannya, izinkan sakit ini sebagai penghapus dosaku, dan izinkan aku bertemu cinta sejatiku, seperti yg kupinta dulu, atau setidaknya -_ tumbuhkan cinta di hatiku pada dia yg sudah memilikiku atau kuatkan aku untuk terus menjalani jalan hidupku dengan ada atau tanpa cinta cukupkan aku dengan cintamu.
tuhan bantu aku untuk melupakannya, karena dia pun tak ingin menjaga cintaku. AJARI AKU TUHAN..

UNTUK APA ??

Lalu, untuk apa semua perhatianmu?
Untuk apa semua rayuanmu?
Aku tak tau. Aku yang bodoh, atau kamu yang begitu kejamnya meninggalkanku di saat ku memang mulai sudah mencintaimu. Kamu yang selama ini membuatku tersenyum, mengapa sekarang kau juga yg membuatku menangis? Menjerit. Ya, bibir ini diam, namun hati ini menjerit. Seolah berontak akan keadaan ini. Kamu pergi. Pergi meninggalkan luka, yang menggores hati ini.

Rabu, 25 Desember 2013

AKU MENGAGUMINYA, SUNGGUH*

Sebenarnya sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata,

Ternyata aku mengaguminya,
Jangan tanyakan alasan mengapa aku mengaguminya. Itu karena akupun juga tidak tahu. Jangan tanyakan siapa yang ku kagumi karena akupun tak mengenalnya dan aku juga tak inggin mengenalnya
Kekaguman terjadi karena aku terlalu melihat begitu banyak kebaikan yang ada pada dirinya, Ah...seandainya aku mengetahui keburukan yang ada pada diri manusia mungkin aku akan membenci segalanya dan ingatlah bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, maka aku berpikir bahwa aku tidak boleh membanggakan kelebihan yang ada padanya (bukan berarti aku mencari keburukan) tapi lihatlah dengan kewajaran tentang hakikat ketidaktahuan kita akan kehidupan yang telah, sedang dan akan dijalaninya.