love

Selasa, 07 Juli 2015

cerita aku

Waktu SMP aku mulai pacaran, tapi ya cuma pacaran begitu begitu saja, belum terpikir untuk menikah atau jenjang serius yang lain. Sampai ketika aku diterima masuk diSMAN yang aku mau, dan ketika itu MOPD dimulai, aku bertemu dgn org yg cakep sih engga baik juga engga yg ada galak, suka nyirik lagi��, Dia yang pertama mengenaliku, kami satu gugus. Walaupun kita sering bertatap muka, tapi kebencian itu semakin ada dan menjadi jadi.
Dan sampai akhirnya, pengumuman pembagian kelaspun diumumkan, dan astagfirulloh kelas X aku harus sekelas dengan Dia��
dan tidak terasa tahun demi tahun kita sekelas dan rasanya aku dan Dia selalu bertengkar tidak pernah akur ibaratkan Anjing dan Kucing wkwk ��
akhirnya tahun demi tahun berlalu, tepatnya hari ultah aku yang ke 18 disanalah moment dimana aku dan Dia akrab layaknya bukan sebagai musuh, hari itu aku bahagia sekali. kebetulan pas hari itu Dia pun ultah, nah jailnya teman2 pun nyuruh kita tukar kado, yaalloh ini seperti mimpi bisa berjambat tangan, senyum dengan Dia yang terpenting makeawish supaya dia ga benci lagi ke aku. hhee♥
beberapa bulan berlalu, ketika kita akan memasuki masa masa detik2 UjianNasional aku masih berpikir menyimpan rasa tidak suka padanya, padahal itu salah rasa itu seketika jadi berubah, takut dia jadi benci atau apalah sama aku, ketakutan apapun mulai muncul��.
Dulu, Jika dia bertanya padaku, aku akan menjawab dengan singkat. Apapun aku lakukan asal tidak dekat-dekat dengannya.
Tapi apa mau dikata, kami satu jurusan, sering sekelompok belajar bersama. Ah biar saja, begitu pikirku. Selama dia tidak menggangguku, aku cuek saja dengan kehadirannya, aku tidak terlalu peduli.
Singkat cerita...
saat itu, aku berniat ingin memiliki pria cerdas, ingin menikah dengan pria yang tinggi, suka memasak, mandiri dan sebagainya. Bisa dikatakan si pria ini mendekati tipe suami idamanku. tapi,, tuhan berkata lain, aku harus mencintai seseorang yg sangat aku benci dan dia benci padaku.
lalu akhirnya aku berpikir dan melakukan berbagai cara agar aku bisa dekat dengannya. Akhirnya kami dekat, sering ngobrol bareng, dia juga sering mengajakku ketemu dirumah teman kita.
Tapi ya.. hanya begitu saja. Dia tidak pernah peka, merespon perasaan aku��. Mungkin benar ya, orang yang jatuh cinta logikanya padam. Aku terus saja berharap dan menunggu agar si Dia itu dibukakan pintu hatinya dan menjadikan aku pasangannya. Seperti impianku selama ini.
Tahun demi tahun berlalu hingga hari kelulusanku tiba. Tidak juga aku mendapat sinyal dari Dia "lakilaki yang aku benci ini". Aku seperti digantung, tapi juga tidak rela melepaskannya. Tidak banyak pria yang semenarik dan hampir sempurna seperti dia.

Pernah nih seseorang bertanya,
"Kamu nggak capek nungguin Dia terus? Keburu tua tau," Pertanyaan itu memang menyebalkan dan lancang, tetapi seolah jadi palu yang menghantam pikiranku.
Ternyata tidak selamanya apa yang aku impikan, bisa terwujud.
Mungkin saat itu aku benar-benar bodoh (kata orang, jatuh cinta itu harus bodoh, kalau belum bodoh, belum jatuh cinta namanya). Entah apa yang aku pikirkan hingga terus saja mengejar si Dia yang aku anggap sempurna itu. Padahal kalau dirasa-rasa, aku capek juga menunggu dia.
Akhirnya aku memasrahkan diri, jika dia jodohku, aku percaya akan didekatkan, jika tidak, aku harap Tuhan memberi sedikit sinyal agar aku bisa melepaskannya.

Pelapasan Kelas XII pun tiba, kita semua pergi ke Pangandaran, dari mulai sebus, ke kamar hotel, nengokin, nanyain aku lalui dengan Dia, tawa canda dengan dia hhehe yapi ya meskipun cuek juga gpplah yang penting dia ada perhatiannyalah hheehe

Beberapa bulan dari kita sesudah perpisahan.
aku Galau oleh seseorang, Ajaibnya, hanya Dia yang banyak menemaniku, Bbman, menghiburku, meskipun dia cuek.
Doaku semasa aku diSMA dulu. Aku anggap itu sebagai bentuk perhatian teman dekat saja dengan Dia, karena selama bertahun2 berdekat dekat kita tidak pernah akur ��

dan suatu saat aku penasaran dengan Dia dan aku lebih mencintainya lagi��
kesini kesini aku cerita ke sodaraku, dan aku curhat kenapa bisa mencintai orang yang tadinya kita benci hhehe
sodaraku akhirnya menghubunginya di Bbm, dia berbicara panjang lebar dulu sebelum memulai ke hal yang aku tujukan.
sodaraku berkata: yang intinya Dia cuek saat itu, sodaraku menanyakan hal akupun dia cuek. malahan bilang Dia sampai ngeDeleteContack sodara aku Hahaaha��

Itulah ceritaku, maaf kalau sangat panjang, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca Vemale.
Saranku hanya satu, jika saat ini Anda masih galau karena urusan jodoh, buka mata dan hati Anda. Coba lihat di sekitar Anda, kadang kita tidak melihat perhatian kecil yang diberikan seseorang. Kadang jodoh kita bukanlah orang yang kita anggap ideal atau sempurna, karena cinta sejati akan saling menyempurnakan.