Bodohnya
aku menunggu kabar darimu yang bahkan tak pernah pedulikan aku. Aku
yang selalu ada untukmu, namun kamu lebih memilih tuk bersamanya.
Disetiap malam, aku hanya bisa berharap kau datang bersama janji janjimu yang dulu kamu katakan untukku.
Di setiap tidurku tak pernah ku lupakan air mata yang tiada henti mengalir deras di pipi ini.
Menangis berselimut rindu yang begitu mendalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar